"PERUMAHAN BERKUALITAS KOTA DEPOK - DEKAT DENGAN PEMDA DEPOK" DAPATKAN RUMAH BERKUALITAS DAMBAAN KELUARGA ANDA. BBN SHM, BPHTB, LISTRIK 1300W, AJB, IMB, POMPA AIR, FASILITAS PERUMAHAN MUSHOLLA, TAMAN BERMAIN, JALAN ROW 9, KEAMANAN 24JAM, CCTV, WIFI, TV KABEL.

Selasa, 01 Maret 2011

SURGA YANG TAK TERAWAT ( UJUNG GENTENG )

Saat pertama kali mendengar kata "ujung genteng" sekitar 6 tahun lalu, saya berpikir kapan bisa mengunjunginya. browsing gambar lewat google hanya membuat hati tercengang karena keindahannya, berbagai ide memunculkan untuk niat berkenjung kesana. Tahun 2005 saat bersambang kesukabumi, saya tidak sempat mampir keUG (ujung genteng), bertanya-tanya kependuduk setempat ternyata mendapat jawaban yang cukup membangkit adrenaline saya "berapa lama saya bisa sampai kesana?" (5 jam dari sukabumi), "bagaimana kondisi jalannya?" (hancur dan berlubang). "apakah keistimewaan dari tempat itu?" (ada banyak pantai yang masih asri, pulau kelelawar, air terjun, penangkaran penyu, surfing area). wah-wah-wah jadi tambah semangat deh.



Iseng silaturahmi ke rumah sepupu, ternyata dia bilang minggu depan akan cuti. Ide mulai bermunculan, dari ngaspal keBali, hiking kePangrango, sampai mancing dibagan 3 hari 3 malam gak pulang (edan juga nieh, klo gak takut laut c, mau ajeh. hehehehe). Satu keputusan atas rayuan saya akhirnya merencanakan tuk mengujungi pantai UG. Gayung pun bersambut Sdr amink menyetujuinya.


Tanggal 22 Februari 2011 pukul 10:00 kita mulai gaspoool dari markas Cileduk, mampir dulu tuk beli minum diSPBU alias isi bensin. Belum sempat jalan jauh kita sudah mulai dibantai hujan (gerimis).  Jalur yang kita pilih saat itu melalui sudimara ke parung, bantai jalur kota bogor lanjut via cigombong. Lanjut ke kota sukabumi. Dikarena sudah punya janji dengan Sdr. Rangga (Cysers Sukabumi) tuk bertemu.


Baru mau lanjut perjalanan ternyata kota sukabumi diguyur hujan, alhasil istirahat sejenak deh di AHASS maju jaya Sukabumi. Tidak berselang lama ada yang ikut bergabung dengan obrolan kami yang memang sedang membahas HCST. Salam-salam kok seperti anak klub yah? mulai berbicara mengenalkan diri "Bro lukman" ternyata saudara juga, dari HBC SMI yang menjabat sebagai ketua harian. Banyaknya obrolan ngalor ngidul, ternyata membuat saya lupa akan melanjutkan perjalanan ke UG.



Jam menunjukkan pukul 15:00, dalam hati berkata "wah gak dapet sunset nieh". Gaspol! rider berganti menjadi saya, dikarenakan medan yang didengar cukup parah dan membutuhkan banyak pengalaman (sombong sedikit, hehehehehe). Jalur lengkong kami tempuh, seingatku 5 tahun lalu saat menyambangi "air terjun Jampang" jalur ini tak hancur seperti sekarang. Parah, ekstrim, banyak lubang dan becek pula.


 Setelah berlari dengan XCD-125 cukup lama, akhirnya saya bisa menaklukkannya. Walaupun kurang enak diajak merebah dan handgrip yang keras tapi XCD cukup nyaman untuk ditunggangi, (pantat gak terasa panas, hehehehe). Kiara dua, wah sedikit lagi sampai nieh.Mudah-mudahan bisa mengejar sunset (dalam hati terus memohon). pas lihat plang penunjuk arah wakwaw (tercengang) "ujung genteng 98KM". sementara waktu sudah menunjukkan pukul 16:45 WIB.



 Bagaimana bisa sampai nieh? singkat cerita (kaya cerpen ajah) kami sampai pantai UG jam 20:00 saat malam hari dijamin gelap gulita sepanjang jalan. Mencari makan malam, bukan hal yang sulit disana. Namun hati-hati karena mahal harganya. Selepas makan kam berlanjut tuk mencari penginapan, rata-rata menawarkan harga kisaran 100-150rb. Lumayan mahal juga tuh! Mending kepom bensin ajalah free... (ideku), ternyata diiyakan saja. Akhirnya kita tidur dalam Hotel BB (Bulan Bintang) diPom pertamina deh.



Pagi harinya ternyata baru kelihatan indahnya pemandangan di ujung genteng. KekuasaanMu ya tuhan sungguh indah dan mempesona hati setiap insan yang melihatnya, tapi sayang tidak diimbangi akses jalan menuju kesana. Tetapi itu juga yang menjadi alasan terbesar, "mengapa pantai ujung genteng masih terlihat asri?".



Puas mengabadikan gambar di pantai UG kami mulai mecari tempat penangkaran penyu, jalur akses untuk ketempat yang satu ini terbilang cukup aneh. Mengapa "aneh" karena tidak ada petunjuk jalan yang benar-benar menuntun kami tuk bisa sampai ketempat itu. Kira-kira 25 menit perjalanan akhir tiba juga ditempat tujuan. Ternyata kata "aneh" pun semakin menjadi ketika kami berhasil manapakkan kaki ditempat itu, mengapa? karena tidak ada petugas yang menjaganya, yang ada hanya petugas kebersihan saja. Keindahan pantai "penyu pangumbahan" sungguh berada diluar jangkauan pikiran kami, indah, bersih, tenang, dan memiliki panjang 2,6 km.


Tempat selanjutnya yang menjadi tujuan utama kami adalah "Curug Cikaso", banyak saudara-saudara penggemar fotografi menyebutnya surga yang tak terawat. Akses jalurnya melalui cibarehong (jalan raya cikaso), berjarak +/- 7 km dari jalan raya utama UG. Saya mengakui secara personal sungguh habis kata-kata untuk mengungkapkan keindahan tempat ini.


Belum puas menyambangi 3 tempat, ide selanjutnya menikmati sunset dipantai "karanghawu" (jadi teringat mei 2010 bersama pasukan cisadane alias Cysta) perjalanan pulang kami bantai lewat jalur kiara dua. Sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan kebun teh dan perbukitan yang cantik, yang sungguh membuat ku semakin mensyukuri karunia Tuhan yang maha esa. Puas mengabadikan moment yang ajieb ini. Kami melanjutkan perjalanan pulang melalui jalur Cikidang, Kalapanunggal, Parungkuda, Cijeruk, Parung, Cileduk.


Cerita Singkat ini dibuat untuk sekedar berbagi info pariwisata bagi rekan-rekan bikers seTanah air.
TNG 015
Hendra Wibowo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar