"PERUMAHAN BERKUALITAS KOTA DEPOK - DEKAT DENGAN PEMDA DEPOK" DAPATKAN RUMAH BERKUALITAS DAMBAAN KELUARGA ANDA. BBN SHM, BPHTB, LISTRIK 1300W, AJB, IMB, POMPA AIR, FASILITAS PERUMAHAN MUSHOLLA, TAMAN BERMAIN, JALAN ROW 9, KEAMANAN 24JAM, CCTV, WIFI, TV KABEL.
Tampilkan postingan dengan label bunga kredit rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bunga kredit rumah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Februari 2012

SAATNYA BANK BUMN TURUNKAN BUNGA KPR

Ilustrasi Bunga Bank Turun

Marzuki Minta 4 Bank BUMN Turunkan Bunga Kredit
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR RI Marzuki Alie mendukung kebijakan Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz menurunkan suku bunga kredit pembiayaan rumah murah. Marzuki meminta empat bank BUMN penyalur mendukung program Kementerian Perumahan Rakyat ini. "Masalahnya, bank-bank pemerintah ini justru tidak menangkap sinyal dengan baik. 

Sementara kebijakan pemerintah berusaha memberikan kemudahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mendapatkan fasilitas perumahan," kata Marzuki, dalam konferensi pers di Senayan, Jakarta, Senin (13/2/2012). Marzuki mengatakan, seharusnya empat bank BUMN yakni BRI, BNI 46, Bank Mandiri, dan BTN menjadi motor penggerak dalam subsidi pembiayaan rumah murah. "Di awal tahun saya sudah bilang, bunga perbankan itu terlalu tinggi untuk masyarakat.

Sekarang Menpera sudah mengalah di kisaran 7 persen yang tadinya 5-6 persen. Harusnya tidak ada kesulitan bagi perbankan untuk memenuhi itu," ujarnya. Mendengar keluhan bank yang mengaku rugi apabila bunga baru dijalankan, Marzuki mengatakan seharusnya bank-bank BUMN tidak mengesampingkan urusan kepentingan rakyat.

"Empat bank itu kan milik pemerintah, ada uang pemerintah juga uang rakyat disana. Mereka harus membantu program pemerintah. Jangan hanya memikirkan untung saja tapi mengesampingkan kepentingan rakyat," kata dia.
Sebelumnya, Menpera Djan Faridz dalam konferensi persnya di Jakarta, Jumat (10/2/2012), mengatakan, pihaknya masih berpegang pada skema pembiayaan di kisaran 7 persen dengan porsi dana penyaluran 50 persen pemerintah dan 50 persen perbankan.

Dengan skema pembiayaan baru ini, menurutnya, akan lebih murah serta meningkatkan daya beli masyarakat. Sebagai perbandingan, ungkapnya, bila menggunakan skema lama dengan bunga 8,15 persen maka masyarakat akan mengangsur Rp 650.000 per bulan. Juga pada saat tanda tangan akad kredit akan membayar Rp 11,5 Juta.
"Kalau saya menurunkan suku bunga kredit jadi 7 persen, cicilannya akan menurun jadi Rp 550.000 perbulan. Serta biaya yang timbul hanya Rp 7,5 juta karena biaya lain-lain akibat perjanjian FLPP ditanggung dalam kisaran 7 persen itu," jelasnya.

Kamis, 01 Desember 2011

SUKU BUNGA BI RATE

suku bunga bi rate
Buruan...Ini Saatnya Minta Potongan Bunga KPR!
JAKARTA, KOMPAS.com - Bisa jadi, Anda satu dari sekian ribu nasabah bank yang mengeluh atau setidaknya menyadari cicilan kredit rumah Anda tidak kunjung turun. Padahal, suku bunga untuk kredit pemilikan rumah (KPR) baru saat ini sudah berselisih lumayan jauh dari suku bunga saat Anda dulu mengambil KPR.
Tapi, keluhan tinggallah keluhan. Lantaran bank tidak menurunkan bunga KPR lama, Anda mau tak mau, suka tidak suka, tetap harus membayar cicilan tersebut saban bulan. Wahyu, sebut saja demikian, tak begitu gampang menyerah. Melihat suku bunga yang sudah turun banyak, ia mengajukan surat permohonan ke bank agar bunga kredit rumahnya diturunkan. Apalagi, cicilan KPR itu sudah berjalan selama lima tahun lebih.
Tak sampai sebulan, Wahyu menerima surat balasan dari bank. Isinya membuatnya girang, PT Bank UOB Buana Tbk, tempat ia mengambil KPR, setuju untuk menurunkan bunga. Dus, cicilannya kini berkurang sekitar Rp 250.000 per bulan. "Lumayan," ujarnya lega.
Seperti Wahyu, Anda pun bisa meminta evaluasi tingkat bunga kredit KPR Anda. Apalagi, Bank Indonesia (BI) baru saja memangkas suku bunga acuan atau BI rate dari 6,5% menjadi 6%. Ini bisa jadi momentum atau alasan yang pas untuk meminta bank meninjau ulang bunga KPR Anda. Memang, bank tak serta-merta menurunkan bunga kreditnya begitu BI rate turun. "Tiap enam bulan kami evaluasi, dan kami fair, kok," tutur Diah Sulianto, Executive Vice President (EVP) Product Development PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).
Karena itu, BNI dan juga PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengaku, hingga akhir tahun ini, suku bunga KPR mereka belum akan berubah. Saat ini, BNI menawarkan KPR dengan bunga 8,75% dan 9,25% setahun. Adapun BCA masih menawarkan program fixed rate 7,5% untuk 1 tahun–2 tahun pertama. "Floating rate BCA 11%," ujar Henry Koenaifi, Direktur BCA.
Harus proaktif
Sayangnya, penurunan bunga sering hanya berlaku bagi debitur baru. Alhasil, debitur lama kerap masih terjebak di bunga lama yang tinggi. Maka, Anda perlu proaktif, seperti Wahyu, agar bunga KPR Anda turun.
Perencana keuangan dari First Principal Financial Pte Ltd Singapura Fauziah Arsiyanti, yang akrab disapa Zizi, menilai, seharusnya, debitur memanfaatkan pemangkasan BI rate untuk mendapat penurunan suku bunga kreditnya.
Risza Bambang, perencana keuangan dari dari Shildt Financial Planner, menambahkan, nasabah bisa mengajukan pemangkasan suku bunga tanpa menunggu sinyal dari bank bersangkutan. Sebab, menikmati penurunan bunga kredit di tengah era suku bunga rendah adalah hak para debitur sebagai konsumen. "Itu kan keuangan kita sendiri. Kita juga yang harus peduli," ujar Risza. 

Kamis, 03 November 2011

RUMAH HIJAU DEPOK


 
Pot Taman Air, Kreatifitas di Lahan Terbatas
KOMPAS.com - Keterbatasan lahan tak membuat orang berhenti kreatif menyiasati ruang. Begitu juga ketika memiliki lahan terbatas untuk taman, yang dapat diatasi dengan menggunakan pot air sebagai media tanam.
Di taman yang tidak terlalu luas, pot taman air dapat berguna sebagai pot unik sekaligushardscape di taman. Bahkan, dalam pot air ini bisa diisi ikan-ikan kecil yang bisa memakan jentik-jentik nyamuk.
Anda bisa meletakkan beberapa pot taman air ini di taman rumah Anda. Model, luas, dan bahannya kini semakin beragam di pasaran. Satu dari sekian banyak tanaman air yang bisa Anda tanam dalam pot ini misalnya teratai.
Agar tanaman air ini awet, tanamlah tanaman peneduh di sekitarnya. Pohon peneduh dengan ukuran besar seperti palem atau kamboja dapat melindungi tanaman dalam pot air ini.
__._,_.__

Sabtu, 15 Oktober 2011

BUNGA BANK KPR TURUN

Investor Daily. JAKARTA-Kalangan pengembang menyambut baik penurunan suku bunga acuan (BI Rate) oleh Bank Indonesia (BI), karena secara psikologis perbankan juga akan menyesuaikan tingkat suku bunga pinjaman. Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk, Johanes Mardjuki di Jakarta, Jumat (14/10)mengatakan, penurunan BI Rate itu akan mendorong bisnis properti di dalam negeri makin bergairah.

Permintaan pasar terhadap sektor perumahan dan mal akan makin besar, menyusul dengan turunnya suku bunga acuan itu, katanya. BI pada rapat Dewan Gubernur sepakat menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,50% dari 6,75%. Menurut Johanes, kebutuhan rumah di dalam negeri masih sangat besar, karena para vendor properti terus membangun dalam upaya memenuhi permintaan pasar.

Namun mencari lahan untuk membangun di Jakarta, semakin sulit, karena banyak para pengembang mencari lahan di daerah untuk membangun, ucapnya. Summarecon sendiri, lanjut dia telah menjual Mal Menara I dengan sistem separuh dijual dan separuh disewakan. Mal menara I, sebagian mal yang dijual telah dibeli pelaku pasar, sedang yang disewakan sekitar 50 persen telah terisi, ucapnya.

Johanes Mardjuki mengatakan, perseroan juga telah mengembangkan usahanya ke Bandung, Jawa Barat, karena prospek pasar properti cukup menjanjikan. Namun perseroan saat ini baru melakukan upaya pembebasan tanah seluas 200 ha dan pada dua hingga tiga tahun ke depan baru akan dibangun. Dana pembebasan tanah itu berasal dari kas internal. Ia menambahkan, industri properti yang makin tumbuh itu mengakibatkan perseroan pada Oktober 2011 berhasil meraih pendapatan sebesar Rp2,6 triliun, naik dibanding Desember 2010 sebesar Rp1,8 triliun.

Hal ini menunjukkan permintaan pasar terhadap sektor perumahan dan mal makin tinggi, karena itu perseroan terus mencari lahan baru untuk pengembangan. Mengenai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Summarecon, menurut Johanes untuk sementara ditunda, karena kondisi pasar yang kurang baik. Namun apabila stabilitas pasar saham membaik, maka rapat itu akan dilaksanakan, ucapnya