"PERUMAHAN BERKUALITAS KOTA DEPOK - DEKAT DENGAN PEMDA DEPOK" DAPATKAN RUMAH BERKUALITAS DAMBAAN KELUARGA ANDA. BBN SHM, BPHTB, LISTRIK 1300W, AJB, IMB, POMPA AIR, FASILITAS PERUMAHAN MUSHOLLA, TAMAN BERMAIN, JALAN ROW 9, KEAMANAN 24JAM, CCTV, WIFI, TV KABEL.

Sabtu, 15 Oktober 2011

BUNGA BANK KPR TURUN

Investor Daily. JAKARTA-Kalangan pengembang menyambut baik penurunan suku bunga acuan (BI Rate) oleh Bank Indonesia (BI), karena secara psikologis perbankan juga akan menyesuaikan tingkat suku bunga pinjaman. Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk, Johanes Mardjuki di Jakarta, Jumat (14/10)mengatakan, penurunan BI Rate itu akan mendorong bisnis properti di dalam negeri makin bergairah.

Permintaan pasar terhadap sektor perumahan dan mal akan makin besar, menyusul dengan turunnya suku bunga acuan itu, katanya. BI pada rapat Dewan Gubernur sepakat menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,50% dari 6,75%. Menurut Johanes, kebutuhan rumah di dalam negeri masih sangat besar, karena para vendor properti terus membangun dalam upaya memenuhi permintaan pasar.

Namun mencari lahan untuk membangun di Jakarta, semakin sulit, karena banyak para pengembang mencari lahan di daerah untuk membangun, ucapnya. Summarecon sendiri, lanjut dia telah menjual Mal Menara I dengan sistem separuh dijual dan separuh disewakan. Mal menara I, sebagian mal yang dijual telah dibeli pelaku pasar, sedang yang disewakan sekitar 50 persen telah terisi, ucapnya.

Johanes Mardjuki mengatakan, perseroan juga telah mengembangkan usahanya ke Bandung, Jawa Barat, karena prospek pasar properti cukup menjanjikan. Namun perseroan saat ini baru melakukan upaya pembebasan tanah seluas 200 ha dan pada dua hingga tiga tahun ke depan baru akan dibangun. Dana pembebasan tanah itu berasal dari kas internal. Ia menambahkan, industri properti yang makin tumbuh itu mengakibatkan perseroan pada Oktober 2011 berhasil meraih pendapatan sebesar Rp2,6 triliun, naik dibanding Desember 2010 sebesar Rp1,8 triliun.

Hal ini menunjukkan permintaan pasar terhadap sektor perumahan dan mal makin tinggi, karena itu perseroan terus mencari lahan baru untuk pengembangan. Mengenai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Summarecon, menurut Johanes untuk sementara ditunda, karena kondisi pasar yang kurang baik. Namun apabila stabilitas pasar saham membaik, maka rapat itu akan dilaksanakan, ucapnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar