"PERUMAHAN BERKUALITAS KOTA DEPOK - DEKAT DENGAN PEMDA DEPOK" DAPATKAN RUMAH BERKUALITAS DAMBAAN KELUARGA ANDA. BBN SHM, BPHTB, LISTRIK 1300W, AJB, IMB, POMPA AIR, FASILITAS PERUMAHAN MUSHOLLA, TAMAN BERMAIN, JALAN ROW 9, KEAMANAN 24JAM, CCTV, WIFI, TV KABEL.
Tampilkan postingan dengan label bi rate 2011. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bi rate 2011. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Desember 2011

SUKU BUNGA BI RATE

suku bunga bi rate
Buruan...Ini Saatnya Minta Potongan Bunga KPR!
JAKARTA, KOMPAS.com - Bisa jadi, Anda satu dari sekian ribu nasabah bank yang mengeluh atau setidaknya menyadari cicilan kredit rumah Anda tidak kunjung turun. Padahal, suku bunga untuk kredit pemilikan rumah (KPR) baru saat ini sudah berselisih lumayan jauh dari suku bunga saat Anda dulu mengambil KPR.
Tapi, keluhan tinggallah keluhan. Lantaran bank tidak menurunkan bunga KPR lama, Anda mau tak mau, suka tidak suka, tetap harus membayar cicilan tersebut saban bulan. Wahyu, sebut saja demikian, tak begitu gampang menyerah. Melihat suku bunga yang sudah turun banyak, ia mengajukan surat permohonan ke bank agar bunga kredit rumahnya diturunkan. Apalagi, cicilan KPR itu sudah berjalan selama lima tahun lebih.
Tak sampai sebulan, Wahyu menerima surat balasan dari bank. Isinya membuatnya girang, PT Bank UOB Buana Tbk, tempat ia mengambil KPR, setuju untuk menurunkan bunga. Dus, cicilannya kini berkurang sekitar Rp 250.000 per bulan. "Lumayan," ujarnya lega.
Seperti Wahyu, Anda pun bisa meminta evaluasi tingkat bunga kredit KPR Anda. Apalagi, Bank Indonesia (BI) baru saja memangkas suku bunga acuan atau BI rate dari 6,5% menjadi 6%. Ini bisa jadi momentum atau alasan yang pas untuk meminta bank meninjau ulang bunga KPR Anda. Memang, bank tak serta-merta menurunkan bunga kreditnya begitu BI rate turun. "Tiap enam bulan kami evaluasi, dan kami fair, kok," tutur Diah Sulianto, Executive Vice President (EVP) Product Development PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).
Karena itu, BNI dan juga PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengaku, hingga akhir tahun ini, suku bunga KPR mereka belum akan berubah. Saat ini, BNI menawarkan KPR dengan bunga 8,75% dan 9,25% setahun. Adapun BCA masih menawarkan program fixed rate 7,5% untuk 1 tahun–2 tahun pertama. "Floating rate BCA 11%," ujar Henry Koenaifi, Direktur BCA.
Harus proaktif
Sayangnya, penurunan bunga sering hanya berlaku bagi debitur baru. Alhasil, debitur lama kerap masih terjebak di bunga lama yang tinggi. Maka, Anda perlu proaktif, seperti Wahyu, agar bunga KPR Anda turun.
Perencana keuangan dari First Principal Financial Pte Ltd Singapura Fauziah Arsiyanti, yang akrab disapa Zizi, menilai, seharusnya, debitur memanfaatkan pemangkasan BI rate untuk mendapat penurunan suku bunga kreditnya.
Risza Bambang, perencana keuangan dari dari Shildt Financial Planner, menambahkan, nasabah bisa mengajukan pemangkasan suku bunga tanpa menunggu sinyal dari bank bersangkutan. Sebab, menikmati penurunan bunga kredit di tengah era suku bunga rendah adalah hak para debitur sebagai konsumen. "Itu kan keuangan kita sendiri. Kita juga yang harus peduli," ujar Risza. 

Sabtu, 15 Oktober 2011

BUNGA BANK KPR TURUN

Investor Daily. JAKARTA-Kalangan pengembang menyambut baik penurunan suku bunga acuan (BI Rate) oleh Bank Indonesia (BI), karena secara psikologis perbankan juga akan menyesuaikan tingkat suku bunga pinjaman. Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk, Johanes Mardjuki di Jakarta, Jumat (14/10)mengatakan, penurunan BI Rate itu akan mendorong bisnis properti di dalam negeri makin bergairah.

Permintaan pasar terhadap sektor perumahan dan mal akan makin besar, menyusul dengan turunnya suku bunga acuan itu, katanya. BI pada rapat Dewan Gubernur sepakat menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,50% dari 6,75%. Menurut Johanes, kebutuhan rumah di dalam negeri masih sangat besar, karena para vendor properti terus membangun dalam upaya memenuhi permintaan pasar.

Namun mencari lahan untuk membangun di Jakarta, semakin sulit, karena banyak para pengembang mencari lahan di daerah untuk membangun, ucapnya. Summarecon sendiri, lanjut dia telah menjual Mal Menara I dengan sistem separuh dijual dan separuh disewakan. Mal menara I, sebagian mal yang dijual telah dibeli pelaku pasar, sedang yang disewakan sekitar 50 persen telah terisi, ucapnya.

Johanes Mardjuki mengatakan, perseroan juga telah mengembangkan usahanya ke Bandung, Jawa Barat, karena prospek pasar properti cukup menjanjikan. Namun perseroan saat ini baru melakukan upaya pembebasan tanah seluas 200 ha dan pada dua hingga tiga tahun ke depan baru akan dibangun. Dana pembebasan tanah itu berasal dari kas internal. Ia menambahkan, industri properti yang makin tumbuh itu mengakibatkan perseroan pada Oktober 2011 berhasil meraih pendapatan sebesar Rp2,6 triliun, naik dibanding Desember 2010 sebesar Rp1,8 triliun.

Hal ini menunjukkan permintaan pasar terhadap sektor perumahan dan mal makin tinggi, karena itu perseroan terus mencari lahan baru untuk pengembangan. Mengenai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Summarecon, menurut Johanes untuk sementara ditunda, karena kondisi pasar yang kurang baik. Namun apabila stabilitas pasar saham membaik, maka rapat itu akan dilaksanakan, ucapnya

Jumat, 14 Oktober 2011

BUNGA KPR BANK AKHIR TAHUN 2011

detikFinance. Jakarta - Penurunan BI Rate 25 bps menjadi 6,5%% direspon positif perbankan dalam negeri. Pengaruh yang paling terasa adalah penurunan bunga kredit perumahan (KPR), sehingga semakin banyak masyarakat yang mampu mencicil rumah.
Demikian disampaikan Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiatmadja di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (11/10/2011). "Positif, bunga turun kemungkinan KPR. Kita kan 7,5% (bunga KPR BCA). Itu langsung regional mengalami kenaikan permintaan 38-60%. Artinya bunga turun, murah, maka masyarakat yang mampu menyicil lebih banyak. Bisa sejahtera, jadi umumnya positif," jelasnya.

Ia menambahkan, penurunan BI rate dari 6,75% menjadi 6,5% merupakan sinyal selarasnya tingkat bunga dengan inflasi yang tergolong rendah. "Jadi inline dengan pergerakan inflasi. Terlepas dari kondisi global dan problem tersebut, tapi di Indonesia, inflasi tetap dikendalikan," ungkap Jahja.

Pengaruh turunnya suku bunga juga menjadikan ekonomi lebih bergairah, juga disampaikan Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini. Meski demikian turun 25 bps, dianggapnya tidak terlalu besar, namun bisa memicu pertumbuhan.n"Positif, mudah-mudahan suku bunga juga turun. Cost of money turun, efeknya baik. Untuk slowdown kredit, tidak. Kami yakin BI telah mempertimbangkan," tegas Zulkifli.

Dampak yang kurang disukai adalah kemungkinan turunnya bunga deposito perbankan, akibat BI rate yang terdepresiasi. "Memang tergantung dari masing-masing bank. Kalau mereka tergantung pada funding deposito, maka bunga deposito turun. Kalau nggak, ya tinggi. Kita (BCA) lebih banyak funding tabungan dan giro," timpal Jahja.